Bobby Nasution dan Aulia Rahman Telah Berjanji Tidak Akan Lagi Biarkan Masjid Tergusur
Bobby Nasution dan Aulia Rahman Telah Berjanji Tidak Akan Lagi Biarkan Masjid Tergusur

Bobby Nasution –  Calon Walikota Medan 2020 Bobby Nasution sudah berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan umat, melalui pembangunan sumber daya manusia, disamping pembangunan infrastruktur. Pembangunan sumber daya manusia dalam hal ini adalah pembentukan karakter melalui tempat ibadah. Tentu, tempat ibadah harus berada di lokasi yang permanen, sehingga tidak menyulitkan jamaah untuk beribadah dan juga mengaji.

Keinginan ini diungkapkan oleh H. Aulia Rahman sebagai calon Wakil Wali Kota Medan.  Ia mengatakan Bobby dan dirinya telah membuat komitmen, dimana nantinya penggusuran masjid tidak akan terjadi lagi. Tentu hal ini akan terwujud apabila masyarakat mempercayakan pemerintahan di Kota Medan dalam kepemimpinan Bobby – Aulia.

Baca Juga: DPD Golkar Sumatera Utara Positif Dukung Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution

Aulia mengungkapkan keinginannya ini pada acara bersantai bersama komunitas Islam Tionghoa bersama dengan salah satu YouTuber pada 28 September 2020. Acara ini diadakan di salah satu kedai kopi kenamaan yaitu Kopi Jolo, yang terletak di Jalan Cik Ditiro, Medan.

Menurut Aulia, ia sudah mendengarkan beberapa keluhan dari umat Islam di kota ini. Mereka sering mengeluhkan bahwa banyak sekali penggusuran masjid di beberapa kawasan di Kota Medan. Tentu kejadian ini membuat warga muslim resah.

“Tidak boleh ada lagi masjid yang tergusur di masa pemerintahan Bobby – Aulia. Kami berdua akan menjadi garda terdepan untuk hal itu,” kata Aulia menegaskan kembali.

Aulia dan Bobby Nasution sudah memikirkan solusi akan hal ini. Mereka berdua akan memberikan dorongan kepada nazir masjid dengan berkolaborasi bersama masyarakat, sehingga mereka melakukan upaya untuk mengubah tanah wakaf untuk menjadi sertifikat hak milik ke BPN (Badan Pertanahan Nasional). Hal ini dimaksudkan supaya masjid memiliki posisi legal secara hukum. Dengan memiliki sertifikat, maka masjid akan dilindungi oleh hukum.

“Pemerintah kota tidak pernah memberikan perhatian dan perlindungan terhadap masjid terkait surat dari badan wakaf. Makanya banyak masjid di Medan yang digusur, termasuk yang terjadi baru-baru ini,” jelas Aulia yang mengatakan bahwa ada lebih dari seribu masjid yang belum membenahi sertifikat wakaf.

Baik Bobby Nasution dan Aulia Rahman sepakat bahwa masjid harus lebih dari sekedar tempat ibadah. Tetapi, masjid juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar agama secara lebih intens, serta menjadi tempat untuk mengadakan musyawarah.

“Ada sebanyak 1.300 masjid yang harus kita bantu pengurusan surat-suratnya. Ini menjadi tugas kita semua sebagai umat muslim. Untuk kemaslahatan umat dan menjadi berkah,” tegas Aulia.

Komunitas Islam Tionghoa yang hadir saat itu sangat senang dengan ucapan Aulia, dimana mereka sangat berharap ada pemimpin yang memberikan kepedulian akan penggusuran masjid yang sudah terjadi bertahun-tahun.  Tak ragu, mereka menyatakan dukungannya untuk pasangan yang masih sama-sama muda itu.

Baca Juga: Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution: Mencari Wakil Bebas Korupsi

“Kami sangat merasa kecewa dengan pemerintah kota, karena selama ini masih banyak masjid yang digusur,” papar Hj. Lilie. S sebagai salah satu perwakilan dari komunitas tersebut.  Ia dan segenap anggota komunitas sangat berharap akan tampilnya Bobby dan Aulia sebagai pemimpin Medan yang baru, sehingga ia dan seluruh umat muslim di Medan tidak lagi khawatir dengan masjid yang digusur.

Program dari Bobby dan Aulia memang sejatinya untuk kepentingan masyarakat, karena memang mereka mencalonkan diri sebagai pemimpin Medan adalah semata-mata demi memajukan Kota Medan yang mereka cintai. Sebagai orang asli Medan, tentu mereka tidak ingin kota mereka semakin terpuruk dan tertinggal jika dibandingkan dengan ibukota provinsi lain di Indonesia, terutama di Jawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here