Bobby Nasution Himbau Untuk Terapkan Pola Hidup Bersih Di Pasar-Pasar Kota Medan

BobbyNasution.id, Medan – Calon Walikota Medan 2020  Bobby Nasution tidak pernah berhenti berkiprah selama pandemi Covid-10 melanda, terutama di kota kelahirannya. Selain pemberian bantuan sembako dan masker gratis serta nasi kotak, tandon air dan wastafel juga turut disumbangkan. Pasar-pasar tradisional di kota Medan menjadi target utama dari Bobby. Menurutnya, pasar tradisional erat kaitannya dengan perekonomian masyarakat, terutama rakyat kecil. Pedagang memerlukan konsumen dalam jumlah banyak, sedangkan konsumen juga perlu belanja dengan harga yang murah.

 Bobby Nasution memang tidak pernah berhenti menghimbau warga untuk mematuhi protokol kesehatan. Himbauannya selalu berujung pada pembuktian bahwa ia memang benar-benar peduli dengan kesehatan warga Kota Medan. Terbukti pada 13 Juni 2020 kemarin, Bobby Nasution dan tim relawannya juga melakukan pemasangan tandon air lengkap dengan wastafelnya di delapan pasar.

Tim relawan Bobby Nasution telah selesai dengan program pemasangan tandon air dan wastafel untuk delapan ‘pajak’ atau pasar tradisional. Pasar-pasar tersebut adalah Pasar Sei Sikambing, Pasar Meranti, Pasar Petisah, Pasar Setia Budi, Pasar Cemara, Pasar Kampung Lalang, Pasar Simpang Limun, dan Pasar Sukaramai. Bobby menyadari bahwa kegiatan perekonomian di pasar memberi pengaruh besar akan produktivitas rakyat kecil. Pasar traditional harus tetap produktif tanpa harus mengabaikan kesehatan pedagang dan pembeli.

Baca Juga: Bobby Nasution Manyalurkan APD Bagi Garda Terdepan di Puskesmas Padang Bulan

Gerakan cuci tangan sudah dicanangkan oleh calon Wali Kota Medan ini sejak awal pandemi. Tim relawannya yang tenar dengan sebutan ReBorn (Relawan Bobby Nasution) dan BonDan (Bobby Nasution for Medan) adalah pelaksana dari gerakan tersebut. Sejauh ini, sumbangsih tenaga dari para relawan selalu disambut baik oleh masyarakat, terutama para pedagang dan warga yang sering memadati pasar tradisional tersebut.

Sebagai calon Wali Kota, Bobby menyadari bahwa masyarakat Medan memerlukan sarana terbaik untuk tetap menjaga kesehatan. “Selain menggunakan hand sanitizer, mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun sekarang merupakan kewajiban. Untuk itu, kita siapkan tandon air dan wastafelnya untuk digunakan warga saat berada di pajak (pasar tradisional)” ucap putra dari almarhum H Erwin Nasution itu pada Sabtu, 13 Juni 2020

Jimmy, salah satu pedagang tisu di Pasar Limun sangat senang dengan adanya fasilitas tandon air serta wastafelnya. Menurutnya, ia senang jika pembeli datang ke pasar untuk mencuci tangan di wastafel yang ada. Dengan demikian, sambung pria berusia 38 tahun ini, para pengunjung juga sekalian membeli tisu setelah cuci tangan.

Pedagang lain yang memberi respon positif akan adanya bantuan tandon air ini adalah Mak Surip. Wanita yang kesehariannya berjualan ikan asin ini sangat senang dengan perhatian Bobby akan kelengkapan sarana kebersihan dari Pasar Limun.

Menurutnya, tandon air beserta wastafel memberi banyak manfaat untuknya dan semua pedagang serta pembeli langganannya. Mak Surip mengaku sedikit khawatir sebelumnya, karena ia mengetahui saat pasar tradisional menjadi salah satu pusat penyebaran virus. Tetapi, keberadaan sarana cuci tangan ini menjadi solusi terbaik dari calon Wali Kota Bobby Nasution.

Respon positif pedagang merupakan kebanggaan dari para relawan Bobby Nasution. Menurut Suwarno, ketua tim ReBorn, ia juga sangat bangga dapat melaksanakan amanah Bobby, sekaligus memberikan bantuan kepada pedagang di pasar-pasar di seluruh Kota Medan. Menurutnya, setiap tandon yang dipasang di pajak atau pasar tradisional berkapasitas 500 liter.

Baca Juga: Bobby Nasution Manyalurkan APD Bagi Garda Terdepan di Puskesmas Padang Bulan

Suwarno yakin kapasitas tersebut sangat memadai untuk keperluan cuci tangan di kawasan padat pengunjung seperti pasar tradisional. Ia setuju dengan pendapat Bobby bahwa pasar tradisional menjadi salah satu urat nadi perekonomian rakyat. Jangan sampai, lanjutnya, pasar tradisional ditutup hanya karena pedagang dan pembeli abai dengan protokol kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here