Bobby Nasution Siap Bersihkan Medan Dari Sebutan Lumbung Korupsi Indonesia
Bobby Nasution Siap Bersihkan Medan Dari Sebutan Lumbung Korupsi Indonesia

Bobby Nasution – Calon Walikota Medan 2020   Bobby Nasution siap bersihkan kota kelahirannya itu dari sebutan lumbung korupsi Indonesia. Hal ini terkait dengan banyaknya kasus korupsi yang menerpa kota Medan.  Seperti sudah diketahui, tiga mantan Wali Kota Medan sudah tertangkap KPK dan terbukti terjerat korupsi. Tentu hal ini tidak dapat dibiarkan terus menerus terjadi.

Perihal ini juga diungkapkan oleh ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara, M. Alwi Hasbi Silalahi. Ia dan jajarannya mendesak didirikannya Islamic Center yang selama ini belum kunjung selesai, padahal perencanaan pembangunan sudah ada selama lima belas tahun.  “Wali Kota Medan tiga kali berturut-turut tersangkut korupsi, bisa jadi salah satu penyebabnya Kota Medan sudah sangat dekat dengan kemaksiatan,” ujarnya.

Baca Juga: DPD Golkar Sumatera Utara Positif Dukung Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution

Ditemui wartawan pada 23 Juli 2020 lalu, ia memberikan usulan bahwa Islamic Center harus dapat segera didirikan sehingga Kota Medan berkah segera terwujud. Ia berujar bahwa kebutuhan akan adanya wadah kegiatan agama Islam secara terpusat telah menjadi kebutuhan yang sifatnya sangat mendesak.

Alwi menambahkan bahwa Kota Medan punya senjata untuk menjadikan Islam sebagai ikon utama kota ini. Realisasi pembangunan Islamic Center perlu segera terealisasi, karena nantinya masyarakat dari kalangan paling muda dapat belajar agama dengan baik dan benar. Tidak hanya itu, akan ada keuntungan tersendiri bagi umat Islam, dalam bidang ekonomi dan sosial untuk semua masyarakat. Pendapatan daerah pun turut naik sehingga Kota Medan juga dapat memiliki peningkatan perekonomian untuk kemakmuran masyarakatnya.

“Di banyak kota, Islamic Center menjadi destinasi wisata religi yang dikelola dengan baik oleh pemerintah daerahnya dan mendatangkan pendapatan daerah yang luar biasa. Selain itu juga masyarakat non muslim juga mendapat manfaat dari aspek sosial dan ekonomi,” jelasnya.

Pada kesempatan lain, hal serupa juga diungkapkan Hanifah Syafina,  Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Sumatera Utara. Kota Medan mengharapkan hadirnya pemimpin dengan kemampuan baik dalam menurunkan kesenjangan sosial. “Kota Medan butuh sosok yang memiliki kesiapan dan kemampuan memimpin,” katanya menegaskan.

Ia kembali mengingatkan bahwa Kota Medan sudah tiga kali jatuh di lobang yang sama, dan hal ini dilakukan oleh pemimpinnya. Kasus korupsi sudah terjadi tiga kali dan dilakukan oleh pemimpin tertinggi di kota. “Ini penting dicamkan oleh warga Medan,” tukasnya.

Sedangkan Sekretaris Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kota Medan, yaitu Imam Sakti Lubis mengatakan bahwa harapan Kota Medan akan kemunculan sosok muda untuk memimpin kota sangat tinggi. “Jangan sampai Kota Medan terjerumus dan dianggap sebagai lumbung korupsi Indonesia,” terang Imam. Ia tidak ingin warga Medan salah pilih lagi dalam Pilkada yang akan digelar akhir tahun 2020 ini.

Baca Juga: Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution: Mencari Wakil Bebas Korupsi

“Siapa pun yang mencalonkan diri menjadi pemimpin Kota Medan, harus berkolaborasi dengan pemuda. Karena memang lebih dari 50 persen warga Medan berada di usia produktif. Apabila itu dimanfaatkan oleh calon-calon yang ingin maju, saya yakin dan percaya bisa membawa Medan lebih baik,” katanya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa memang Bobby Nasution menjadi kans yang paling besar untuk muncul sebagai Wali Kota Medan berikutnya. Dukungan dari semua kalangan sudah ia dapatkan. Masyarakat pun sudah tidak sabar untuk menggunakan hak pilih di akhir tahun 2020 ini, karena mereka berharap bahwa kota mereka dapat pulih dari jeratan korupsi para birokrat. Kemajuan Kota Medan pun segera terwujud dari tangan pemimpin yang pas, yaitu Bobby Nasution.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here