Calon Wali Kota Bobby Nasution Sambut Masukan Guru Besar USU Atas Collaboration Government
Calon Wali Kota Bobby Nasution Sambut Masukan Guru Besar USU Atas Collaboration Government

BobbyNasution.id, Medan –  Calon Walikota Medan 2020  selama ini selalu membuka diri untuk mendapatkan masukan, terutama dari mereka yang lebih berpengalaman. Kali ini, Bobby menyempatkan diri untuk bertemu dengan Guru Besar Fisipol USU, Prof Arif Nasution. Pertemuan ini dilakukan di rumah guru besar salah satu kampus negeri di Medan tersebut pada 9 Juli 2020.

Pria lulusan S2 Agrobisnis IPB ini memang berkeinginan untuk mewujudkan visi #KolaborasiMedanBerkah, demi Medan yang jauh lebih baik dari saat ini. Hal ini akan dilakukannya saat ia mendapatkan amanah rakyat. Penentuannya tentu saat Pilkada 2020, yang berlangsung di akhir tahun.  Bekerja secara kolaboratif adalah tujuan utamanya. Ia selalu menerima masukan dari siapa saja, sembari terus menimba ilmu.

Baca Juga: Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution: Mencari Wakil Bebas Korupsi

Di kediaman Prof. Arif di Jalan Tri Dharma USU, Bobby secara gamblang memberikan penjelasan tentang rencananya untuk pewujudan Collaboration Government. Pemerintahan kolaborasi akan ia lakukan apabila nantinya rakyat Medan mempercayakan jabatan Wali Kota kepadanya. Semua pihak, lanjut Bobby, akan ia libatkan.

Prof. Arif sejalan dengan hal ini. Bahkan, ia memuji pemikiran Bobby. Sebagai tambahannya, Prof. Arif memberi beberapa tips serta saran untuk  dapat melakukan kolaborasi dengan rakyat, dari berbagai golongan. Menurut Arif, lapisan masyarakat terbawah harus diperhatikan terlebih dahulu, demi pemerataan pembangunan. Pembangunan yang timpang akan menimbulkan kesenjangan sosial yang berpotensi akan munculnya konflik.

Pria yang juga sempat mencalonkan diri di Pilkada Medan 2010 ini memberikan saran bagi Bobby saat sudah menjabat sebagai Wali Kota Medan, untuk membentuk tim kecil nantinya. Setiap tim cukup berjumlah lima belas orang, dimana mereka harus bekerja di tiga lingkungan yang paling dekat dengan domisili mereka.

Ia menyarankan bahwa tiap anggota tim harus berfokus pada masalah inti masyarakat, yaitu kesehatan, pendidikan, kebersihan lingkungan dan banyak lagi.  Tim-tim ini perlu memiliki kolaborasi apik dengan perangkat pemerintahan di tingkat terkecil hingga lurah dan camat. “Di Medan ada sekitar 5.200 lingkungan. Andai 30 persen saja program ini berhasil dijalankan, maka kita bisa melihat perubahan di masyarakat. Kesadaran masyarakat akan tumbuh tentang pentingnya pendidikan, kesehatan dan kebersihan maupun ketertiban lingkungan,” lanjut Prof Arif.

“Jadi maksud kerja tim kecil itu adalah untuk mendukung program pemerintah. Kita bisa manfaatkan fasilitas yang sudah ada seperti rumah ibadah untuk pendidikan, sekolah negeri dan pemaksimalan Puskesmas,” imbuhnya. “Karena selama ini memang itulah problem pemerintahan. Kalau bisa dirangkul semua sesuai yang ingin dilakukan Bobby, itulah yang the best menurut saya.”

Menurutnya, merangkul semua lapisan masyarakat sudah wajib dilakukan pemerintah, yang merupakan abdi rakyat. Tentu, hal ini harus melibatkan para relawan dan hal ini sangat mudah dilakukan karena relawan Bobby Nasution sudah terbentuk sejak lama.  Pastinya, para relawan harus mendapatkan penghasilan masuk akal.

Baca Juga: DPD Golkar Sumatera Utara Positif Dukung Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution

Ketika awak media bertanya pendapat Prof. Arif akan sosok Bobby, ia menilai Bobby sebagai seorang yang santun. “Bobby enerjik, sopan dan tidak macam-macam. Punya akhlak yang baik,” kata Prof Arif.

Kesempatan berharga tersebut juga dimanfaatkan oleh istri Prof. Arif, yakni dr. Intan. Ia memaparkan tentang jurnal penelitian yang pernah disusunnya, dimana dalam makalah tersebut terdapat cara pengelolaan sampah yang perlu dilakukan di Kota Medan. Menurutnya, jurnal tersebut disusun lewat melalui penelitian intensif selama dua tahun, dengan bekerjasama bersama akademisi Jepang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here