Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution Jalani Tes Psikologi Tanpa Hambatan

Bobby Nasution – Calon Walikota Medan 2020 Bobby Nasution tidak mengalami kesulitan sama sekali saat harus menjalani tes psikologi. Tes ini merupakan salah satu syarat utama dari Komisi Pemilihan Umum, kepada semua calon peserta pemilihan kepala daerah yang mengikuti Pilkada Medan 2020.  Untuk Kota Medan, peserta lain selain Bobby adalah Aulia Rahman sebagai calon Wakil Wali Kota Medan, dan juga kandidat lainnya yang merupakan petahana yaitu Akhyar Nasution dan Salman Al Farisi.

Tes psikologi tersebut digelar di Hotel Santika Medan pada 8 September 2020 lalu. Tentu, Bobby Afif Nasution beserta Aulia Rahman wajib mengikutinya. Keduanya mengaku tidak mengalami kesulitan sama sekali untuk melakukan tes tertulis yang terkait dengan pemeriksaan untuk mengetes psikologi dari masing-masing peserta Pilkada Medan 2020 tersebut. Tes tersebut berlangsung dalam kurun waktu lima jam. Tes ini dimulai pada 08.00 WIB dan usai pada 13.00 WIB.

Baca Juga: Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution: Mencari Wakil Bebas Korupsi

Tes tersebut adalah tes psikologi pertama yang harus dilakukan oleh calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Namun, mereka berdua merasa tidak merasa berat saat mengerjakannya.  “Tes Psikologi biasa, seperti kuliah S2 Magister dulu. Banyak tertawa dan menggambar gitu,” kata Bobby sambil tersenyum.

Tes kedua adalah tes wawancara dari masing-masing peserta. Sesi ini juga dilakukan di hari yang sama. Tes ini lebih berfokus kepada kepribadian dari peserta setelah melalui tes tulis. Pemeriksaan berikutnya adalah tes kesehatan jasmani, dimana peserta wajib berada pada kondisi sehat secara jasmani, dan tidak berada di bawah pengaruh obat-obatan. Pemeriksaan jasmani dilakukan di RSUP H. Adam Malik, tepatnya di di Instalasi Pelayanan Eksekutif Lantai I dan Lantai II pada 9 September 2020.

Sejauh ini, pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Aulia Rahman sudah lolos semua tahapan. Mereka tinggai mengatur koordinasi para tim pemenangan untuk langkah selanjutnya. Proses pemenangan, diharapkan oleh Bobby – Aulia, untuk berjalan damai. Mereka berdua berharap bahwa kampanye akan berlangsung dengan tenang, dan juga mengaplikasikan #KolaborasiMedanBerkah. Hal ini adalah untuk mewujudkan Kota Medan yang damai, dari pelaku kampanye yang santun.

Kekompakan Bobby –Aulia memang tidak hanya sebatas busana yang mereka kenakan saat mereka menghadiri acara-acara penting. Namun, mereka juga kompak dalam upaya untuk mengubah Kota Medan menjadi lebih maju dan berkembang sesuai porsinya, yaitu ibu kota provinsi. Ibukota provinsi seharusnya menjadi pusat perekonomian dari provinsi tersebut, dimana anak asli Medan harus dapat menjadi penggerak perekonomian. Patut disayangkan, karena justru penggerak perekonomian di Kota Medan justru bukan warga asli Medan.

Baca Juga: DPD Golkar Sumatera Utara Positif Dukung Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution

Tugas mempertahankan anak muda Medan untuk dapat mengembangkan kota kelahiran mereka sudah siap dilaksanakan Bobby – Aulia. Mereka berdua sama-sama mengerti bagaimana Kota Medan membutuhkan warga asli untuk dapat memajukannya.

Satu-satunya jalan adalah dengan menggandeng para milenial tersebut untuk mau mengembangkan talenta mereka di tanah kelahiran sendiri, dengan metode #KolaborasiMedanBerkah yang dijamin dapat menguntungkan semua pihak. Jika semua pihak tidak dirugikan dalam pengembangan usaha, maka mereka pun akan semakin giat untuk dapat memajukan perekonomian kota.

Inilah yang menjadi salah satu semangat masyarakat pendukungnya. Selain itu, Bobby memang sangat menghargai setiap orang secara santun dan sangat sopan terutama untuk orang yang lebih tua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here