Bobby Nasution – Calon Walikota Medan 2020 Bobby Nasution nantinya tidak akan tutupi penggunaan APBD atau anggaran pemerintah belanja daerah, apabila ia nantinya menjabat sebagai Wali Kota Medan. Ia sendiri menunjuk bagaimana nilai APBD Pemerintah Kota Medan yang jumlahnya fantastis di lima tahun terakhir yaitu Rp 30 triliun.

Bobby sendiri mengatakan hal ini karena ia merasakan adanya kejanggalan. Jumlah tersebut diatas bukan jumlah yang sedikit, jika dibandingkan dengan keadaan Kota Medan saat ini.

Baca Juga: DPD Golkar Sumatera Utara Positif Dukung Calon Wali Kota Medan, Bobby Nasution

Kota Medan tidak memiliki infrastruktur memadai sebagai sebuah ibukota provinsi. Tidak hanya itu, kondisi pembangunan juga hampir dapat dikatakan tertinggal, jika dibandingkan dengan ibukota provinsi lainnya di seluruh Indonesia, bahkan di Sumatera.

“Anggaran APBD Kota Medan selama satu periode kepemimpinan pemerintahan kota ini, hampir mencapai Rp 30 triliun. Namun banyak kawasan jalan yang berlubang, bahkan banjir di sejumlah titik kota,” kata Bobby yang menuangkan pikirannya ini melalui keterangan tertulis pada 13 September 2020.

Infrastruktur, menurut Bobby, punya andil dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal ini tentu terkait dengan roda perekonomian yang tidak dapat maksimal karena buruknya infrastruktur kota.  “Oleh karena itu, kita mengajak semua elemen termasuk masyarakat untuk berkolaborasi ke depannya. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini, butuh pemahaman dan kolaborasi semua pihak untuk mempercepat pemulihan ekonomi. Kita optimistis,” jelasnya.

Bobby mengatakan hal ini karena masyarakat masih belum memahami bagaimana pemerintah Kota Medan mengalokasikan anggaran tersebut. Terlebih, banyak juga yang justru tidak mengetahui jumlah fantastis tersebut.  “Setelah saya sampaikan anggaran Rp 30 triliun banyak yang melihat data lagi kan,” kata Bobby.

Ungkapan Bobby ini ditanggapi dengan sangat positif oleh Faisal Riza. Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara ini mengatakan bahwa jumlah anggaran yang disampaikan oleh calon Wali Kota Medan tersebut bersifat normatif. Jumlah tersebut tidak termasuk anggaran tambahan..

“Masyarakat seperti kurang memahami secara utuh pernyataan Bobby Nasution tersebut. Saya justru menangkap angka Rp 30 triliun sengaja disebut Bobby agar masyarakat melek anggaran. Selain itu, penggunaan anggaran supaya prorakyat,” katanya. Ia senang karena Bobby memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penggunaan APBD yang merupakan uang rakyat. Hal ini tentu berbeda dengan calon Wali Kota Medan lainnya, dimana lawannya tersebut hanya mengandalkan keberadaannya warga asli Medan, sebagai modal pemenangan.

“Untuk mendapatkan dukungan dengan mengangkat isu nativisme bukan poin yang utama. Isu nativisme justru menimbulkan persepsi miring di tengah masyarakat. Pasalnya, tidak ada perubahan kemajuan dan pembangunan di Medan,” katanya.

Terkait dengan upaya pemenangan, banyak pihak mengatakan bahwa Bobby jauh lebih unggul. Sederet program inovatif ia berikan kepada masyarakat. Bahkan, program tersebut bukan sekedar wacana dan rencana, tetapi juga sudah terlaksana.

Baca Juga: Calon Wali Kota Medan Bobby Nasution: Mencari Wakil Bebas Korupsi

Mulai dari bantuan semasa pandemi, hingga kolaborasi bersama para pegiat UMKM, seniman dan juga pelaku usaha lainnya. Bahkan, pengembangan ikon wisata pun tidak ia lewati. Hal inilah yang menyebabkan masyarakat jatuh hati, dan menaruh kepercayaan kepada Bobby untuk dapat memimpin Kota Medan.

Bobby Nasution – Aulia Rahman menjadi harapan dari semua warga Kota Medan yang menginginkan pembangunan fisik berupa infrastruktur, dan juga mental, terutama dalam birokrasi sehingga tidak ada lagi kasus korupsi yang menjerat pemimpinnya.  Pilkada Medan 2020 pun menjadi masa penantian setiap warga Kota Medan yang sudah tidak sabar dengan hadirnya pemimpin baru yang amanah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here